Bahayanya Boraks & Formalin Bagi Kesehatan

Mengkonsumsi makanan yang halal lagi baik (bergizi) sangat diperlukan tubuh untuk menjaga kestabilan dan kesehatan tubuh. Oleh karena itu, penting bagi kita menjaga dan memperhatikan makanan yang akan kita konsumsi.

 

Pemakaian zat berbahaya dalam makanan-minuman yang dikonsumsi penduduk Indonesia harus menjadi perhatian penting bagi seluruh masyarakat. Sejumlah zat berbahaya yang biasanya digunakan adalah formalin sebagai pengawet mayat untuk mengawetkan dan Boraks sebagai pengenyal makanan yang secara kasat mata tidak terlihat oleh kita.

Nah, sekarang kita cari tahu apa itu Formalin & Boraks serta dampak buruknya bagi kesehatan tubuh kita.

  1. BORAKS

Boraks merupakan bahan kimia yang banyak dipergunakan untuk industri kertas, pengawet kayu, pengontrol kecoa dan industry keramik. Boraks memang sering disalahgunakan untuk mengawetkan berbagai makanan. Selain bertujuan untuk mengawetkan juga dapat membuat makanan lebih kenyal teksturnya dan memperbaiki penampakan. Akan tetapi boraks telah dinyatakan sebagai bahan yang dilarang digunakan dalam makanan sesuai Permenkes RI No. 722/Menkes/Per/IX/88 karena sangat berbahaya bagi kesehatan.

Efek dari Boraks :

  • Tanda dan gejala akut: Muntah, diare, merah dilendir, konvulsi dan depresi SSP(Susunan Syaraf Pusat)
  • Tanda dan gejala kronis : Nafsu makan menurun, Gangguan pencernaan, Gangguan Susunan Syaraf Pusat : bingung dan bodoh, Anemia, rambut rontok dan kanker.
  • Pada pemakaian sedikit dan lama akan menyebabkan akumulasi pada otak, hati, lemak dan ginjal.
  • Untuk pemakaian jumlah banyak menyebabkan demam, anuria, koma, merangsang susunan saraf pusat, depresi, apatis, sianosis, tekanan darah turun, kerusakan ginjal, pingsan, koma bahkan kematian.

Ciri-Ciri Makanan Mengandung Boraks :

  • Mie Basah : Tidak lengket, sangat kenyal, serta tidak mudah putus
  • Bakso : Tekstur sangat kenyal, warna tidak kecokelatan seperti penggunaan daging, tapi lebih cemerlang keputihan
  • Lontong : Rasa getir dan sangat gurih, serta beraroma sangat tajam
  • Kerupuk : Teksturnya sangat lembut dan renyah, bisa menimbulkan rasa getir di lidah
  1. FORMALIN

Formalin merupakan bahan beracun dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Jika kandungannya dalam tubuh tinggi, akan bereaksi secara kimia dengan hampir semua zat di dalam sel sehingga menekan fungsi sel dan menyebabkan kematian sel yang menyebabkan keracunan pada tubuh.

Formalin bereaksi cepat dengan lapisan lendir saluran pencernaan dan saluran pernafasan. Di dalam tubuh cepat teroksidasi membentuk asam format terutama di hati dan sel darah merah. Formalin sebenarnya merupakan bahan untuk mengawetkan mayat dan organ tubuh dan sangat berbahaya bagi kesehatan, oleh karena itu dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 722/Menkes/Per/IX/88 formalin merupakan salah satu bahan yang dilarang digunakan dalam makanan.

Pengaruh Formalin Terhadap Kesehatan          

  • Jika terhirup : Rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan , sukar bernafas, nafas pendek, sakit kepala, kanker paru-paru.
  • Jika terkena kulit : Kemerahan, gatal, kulit terbakar
  • Jika terkena mata : Kemerahan, gatal, mata berair, kerusakan mata, pandangan kabur, kebutaan
  • Jika tertelan : Mual, muntah, perut perih, diare, sakit kepala, pusing, gangguan jantung, kerusakan hati, kerusakan saraf, kulit membiru, hilangnya pandangan, kejang, koma dan kematian.

Ciri-Ciri Makanan Mengandung Formalin

  • Mie Basah : Tidak lengket, sangat kenyal, serta tidak mudah rusak dan tahan dalam jangka waktu lama
  • Tahu : Teksturnya yang terlampau keras, kenyal, tapi tidak padat, tidak mudah rusak dalam waktu lama
  • Ikan : Insang berwarna merah tua, tidak cerah atau bukan merah segar, tidak berbau khas ikan asin, warna daging putih bersih, kenyal dan tak mudah rusak, tidak mudah patah, agak keras serta tidak dihinggapi lalat
  • Bakso : Tekstur sangat kenyal, tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar, jika dibelah di dalamnya tampak warna merah tua mencolok tidak wajar
  • Daging Ayam : tekstur daging kencang, tak mudah rusak dan tak disukai lalat


(dari berbagai sumber)